Sabtu, 06 September 2014

Day 16: Kejutan Ulang Tahun Bajak Laut



Keluarga Hamster punya banyak sekali anak. Ada Velvet, Pattu, Bichon, Chubby, Plush, Fluffy, Greedy, Mossy, Ninette, Plump, dan Pillow. Setiap kali Mama Hamster duduk dan semua datang mendekapnya, ia tampak seperti pohon yang merunduk karena penuh dengan buah. Sepanjang hari di rumah keluarga Hamster penuh dengan tawa anak-anak. Mereka bermain, berlari, bertengkar, dan bercanda tanpa henti. Mama dan Papa Hamster sebenarnya bukan keluarga yang kaya. Mereka tidak punya banyak uang. Setiap menjelang akhir bulan, mereka sering berdesah melihat dompet mereka yang kian tipis.

Menjelang ulang tahunnya. Pattu mengundang beberapa temannya untuk menikmati hidangan sore dengan tema bajak laut. Papa Hamster tiba-tiba datang dan menyuruh semua anak dan tamu undangan duduk di sekelilingnya dan memandang dengan wajah serius. “Tadi pagi, tukang pos membawa surat yang sangat aneh untuk Papa. Begini katanya: Dengan hormat, saya sudah lama sekali menyembunyikan harta karun di rumah anda. Terlampir petunjuk pertama untuk menemukannya. Salam. Kaki hitam.”

“KAKI HITAM!” seru tamu kecil, “Dia kan bajak laut yang sangat terkenal itu!”

“Cepat, cepat! Apakah petunjuk pertama itu?” teriak semua anak ribut.

“Tenang dulu. Duduk dan dengarkan baik-baik.” Jawab Papa Hamster. Aku selalu dingin, tetapi tidak menggigil. Di dalam perutku, kamu akan menemukan petunjuk. Siapakah aku?

“Itu gua! Di dalam gua, hawanya selalu dingin!” kata Ninette. Pattu menggeleng, “Rumah kita tidak punya gua, Ninette”

“Mungkin itu adalah lemari es,” kata Plump. Dengan segera, mereka menuju ke dapur dan membuka lemari es. Di dalamnya ada sebuah kertas putih kecil yang dilipat empat. Masuk ke rumahku dengan kotor, namun keluarlah dengan kaki bersih. Siapa aku?

Anak-anak itu berpikir dan dengan segera lari ke kamar mandi. Di sana mereka menemukan petunjuk ketiga. Demikianlah mereka melanjutkan, lari kesana kemari, dari ruang tamu ke dapur, dari dapur ke kamar tidur. Suasana rumah hamster yang tidak terlalu besar itu sangat riuh dengan tawa dan langkah anak-anak. Setelah satu jam, mereka menemukan potongan kertas kecil terakhir: Aku tidak punya pabrik ataupun pekerja, tapi aku mampu membuat makanan pencuci mulut dari buah. Dengan sekop, galilah kakiku dan kalian akan menemukan harta yang manis itu”

“Itu pohon apel! Ayo cepat gali!” seru Pattu. Papa dan Mama Hamster memandang mereka menyerbu taman. “Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan di bawah pohon apel, Pa?” Tanya Mama Hamster.

“Sekotak permen. Tetapi mereka keliru, kotak itu ada di bawah pohon ceri,” jawab Papa Hamster. Mama Hamster tertawa kecil, “Tidak apa-apa. Biarkan anak-anak itu menggali”

Papa dan Mama Hamster beristirahat di sofa, sementara anak-anak itu berlari dan menggali pohon dengan semangat. Hampir saja mereka tertidur, tiba-tiba Pattu berteriak “Ini dia harta karunnya! Papa bangunlah! Kami sudah menemukannya”

Mereka membuka mata dan melihat sebuah peti cokelat berisi kepingan emas diletakkan di depan mereka. “Apa itu?” Tanya Papa Hamster. “Dimana kalian menemukannya?” lanjut Mama Hamster.

“Di sana! Di bawah pohon apel! Sesuai dengan petunjuk Kaki Hitam, bukan?” teriak Greedy. “Tapi kami tidak pernah melihat peti itu!” seru Papa dan Mama Hamster. Semua saling memandang dengan heran.

Keesokan harinya, Papa dan Mama Hamster pergi ke toko emas untuk memastikan keaslian emasnya. Dan tahukah kalian? Mungkin benar-benar ada bajak laut yang menyembunyikan emas-emas itu di sana! Sejak hari itu, dompet keluarga Hamster selalu penuh. Tidak hanya di awal bulan, tapi juga di akhir bulan.


#fairytale #dongeng #dongenganak #ceritaanak #fabel #30harimendongeng

Dikutip dari 30 Cerita Ulang Tahun, karangan Catherine Mory

Tidak ada komentar:

Posting Komentar